JURNALPOLRI.COM, Sidrap – Suasana di tempat penggilingan padi PB. Sederhana milik H. Abu di Lingkungan 2, Kelurahan Ponrangngae, Kecamatan Pitu Riawa, tampak lebih sibuk dari biasanya.
Bukan hanya aktivitas penggilingan yang berjalan, tetapi kehadiran Babinsa Koramil 1420-05/Dua Pitue, Serda Ilham Ismail, menambah dinamika tersendiri pada Kamis (3/4/2025).
Dalam rangka mendukung kelancaran program serapan gabah, Babinsa turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penyerapan berjalan optimal.
Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen TNI dalam membantu petani dan memastikan ketersediaan stok pangan nasional tetap terjaga.
Serda Ilham Ismail tampak berbincang dengan pemilik penggilingan serta beberapa petani yang baru saja selesai mengantarkan gabah.
Ia memastikan bahwa proses penyerapan tidak menemui kendala, baik dari sisi harga maupun distribusi.
“Sebagai Babinsa, tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk petani. Kami hadir untuk memastikan harga gabah yang diterima petani tetap stabil dan tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Babinsa berperan sebagai penghubung antara petani, pemerintah, dan Bulog agar serapan gabah berjalan sesuai harapan. Langkah ini juga sejalan dengan strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan.
Tak hanya memastikan kelancaran penyerapan gabah, Babinsa juga menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada petani mengenai tata cara serapan yang baik.
Dandim 1420/Sidrap, Letkol Inf Awaloeddin, S.I.P., menegaskan pentingnya peran Babinsa dalam mendukung stabilitas pangan nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa hasil panen petani dapat terserap dengan baik oleh Bulog, sehingga harga tetap stabil dan kesejahteraan petani meningkat. Sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya adalah kunci dalam mencapai ketahanan pangan yang kuat,” jelasnya.
Dengan adanya pengawasan langsung dari Babinsa, diharapkan proses serapan gabah dapat berjalan lebih transparan dan bebas dari praktik yang merugikan petani.
Hal ini juga membantu Bulog dalam menjaga stok beras nasional agar tetap aman, terutama menghadapi potensi krisis pangan global.
Bagi para petani, pendampingan yang dilakukan Babinsa memberikan dampak positif yang nyata. Bukan hanya tentang stabilitas harga, tetapi juga kepastian bahwa hasil panen mereka memiliki pasar yang jelas.
“Saya merasa lebih tenang karena ada Babinsa yang membantu mengawal penyerapan gabah. Harga jadi lebih pasti, dan kami tidak takut hasil panen tidak laku,” ungkap Rahman, seorang petani setempat.
Dengan langkah proaktif ini, TNI AD melalui Babinsa terus membuktikan peran strategisnya dalam mendukung sektor pertanian.
Keberadaan mereka bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra bagi petani dalam memastikan pangan tetap tersedia dan harga tetap stabil. (*)
(Reporter: Iwan)
